large image
Hubungi Kami
Jalan Samratulangi No. 2-3,Kota Manado, Telp. : (0431) 850677
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 127765 user
  • IP address : 54.158.250.39
Ruang Diskusi
Link Terkait
Link Mitra
Tahun 2015 ini Database FBI Menampung 52 Juta Foto Pengenalan Wajah
Kategori Berita | Diposting pada : 04-06-2015 -|- 08:11:00 oleh hsirait(Dosen)
Share this article on

Tahun depan atau tahun 2015 FBI berencana akan memiliki 52 juta foto dalam database NGI Face Recognition. Dokumen terbaru yang diperoleh oleh EFF (Electronic Frontier Foundation) menujukkan bahwa bahwa FBI dalam perjalanan ke arah tujuan beroperasinya secara penuh  database pengenalan wajah pada  musim panas dari tahun 2014.


Database NGI atau Next Generation Identifcation yang dimiliki FBI adalah database masif yang menyimpan foto sepertiga dari penduduk Amerika Serikat. Menurut EFF, komponen pengenalan wajah dari database ini menimbulkan ancaman nyata untuk privasi bagi semua orang Amerika.


NGI dibangun di atas program database sidik jari FBI yang sudah berisi lebih dari 100 juta catatan individu dan dirancang untuk memenuhi berbagai bentuk biometric data termasuk palm prints and iris scans selain sidik jari dan data pengenalan wajah. NGI menggabungkan semua bentuk data dalam file masing-masing individu, menghubungkan mereka ke data pribadi dan biografi seperti nama, alamat rumah, nomor ID, status imigrasi, usia, ras dan lain sebagainya.


Data yang diterima EFF menunjukkan bahwa komponen pengenalan wajah dari NGI dapat mencakup sebanyak 52 juta gambar wajah pada tahun 2015 ini. Pada 2012 , NGI sudah ada 13,6 juta gambar wajah yang mewakili antara 7 dan 8 juta orang dan pada pertengahan tahun 2013 , ukuran database meningkat menjadi 16 juta gambar  wajah. Catatan baru mengungkapkan bahwa database akan mampu memproses 55.000 pendaftaran foto langsung setiap hari dan melakukan puluhan ribu pencarian setiap hari.


Kekhawatiran terbesar EFF terhadap database NGI tersebut adalah data pengenalan wajah tersebut mencakup wajah non kriminal dan kriminal. Ini artinya dalam database NGI tersebut ada wajah-wajah mereka yang tidak terkait dengan kasus kriminal yang pada tahun 2015 nanti akan berjumlah sebanyak 4,3 juta wajah dan akan ditingkatkan sebanyak 5 juta setiap tahunnya sesuai perkembangan/polopasi manusia.


Dengan digabungnya wajah nonkriminal bersama dengan kriminal artinya FBI memiliki akses besar terhadap mereka yang sama sekali tidak terkait dengan kejahatan. Misalnya bagi mereka yang mencari pekerjaan, pemberi kerja akan mensyaratkan foto ala kepolisian (mug shot) bersama dengan data sidik jari dan kemudian menyimpannya bersama dengan data biografi.


Di satu sisi mungkin cara ini bagus, namun tetap dari sisi privasi mereka yang tidak terlibat kejahatan berisiko privasinya diketahui oleh FBI melalui database pengenalan wajah.



Baca Juga Berita Lainnya
GALERI KEGIATAN TERBARU
BERGABUNG DENGAN GROUP KAMI DI FACEBOOK